Don’t Cry

23Jun08

 

Ahh..

Sudahlah, jangan meretas lagi…

Kau hanya membasahi wajah manisnya..

Memerahkan Hidung mungilnya..

 

Siapa yang mengundangmu..

Padahal semuanya serasa damai..

Siapa yang mengajakmu..

Padahal banyak bahagia menyapanya..

 

Ahh..

Air mata, meski kadang kau datang dengan senyum

Tapi kali ini air mu begitu perih

Terlalu pedih untuk tersenyum

 



One Response to “Don’t Cry”  

  1. kadang tangisu terasa membebaskan ..
    kadang pula menjerat dan merantai.
    itulah tangis .
    yang kadang membangkitkan kadang pula menghanyutkan…

    yang penting semangat ..

    http://diningrat.wordpress.com coment ya sobat… tinggalkan jejakmu disana… okey


Leave a Reply